Sherly menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan langkah proaktif dengan menyurat kepada pihak perusahaan terkait serta Kementerian yang berwenang agar segera menangani masalah limbah tersebut.
“Kami berharap agar masalah ini segera diselesaikan untuk mencegah dampak negatif terhadap irigasi para petani,” tegasnya.
Respon cepat ini diambil gubernur mengingat pada bulan September nanti, akan ada penanaman padi serentak di sejumlah wilayah di Malut oleh Pemprov, salah satunya di Subaim, Halmahera Timur. Luas lahan yang dibutuhkan untuk penanaman padi di Subaim ini berkisar 1.500 hektar. “Kami tidak ingin produksi terganggu akibat limbah pertambangan ini,” tambahnya.
Sherly juga menyoroti dampak limbah nikel yang dapat merusak nutrisi tanah, menyebabkan hasil pertanian menjadi merosot. “Ini adalah isu serius yang harus segera ditangani oleh pihak perusahaan,” pungkasnya. (RS/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!