Sofifi, Maluku Utara – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, akhirnya memberikan tanggapan mengenai lambatnya progres proyek swakelola kediaman gubernur di Sofifi. Proyek dengan anggaran sebesar Rp 8 miliar ini dikerjakan langsung oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), namun hingga saat ini, progresnya baru mencapai sekitar 15 persen.
“Saya sudah sangat marah karena proyek ini berjalan terlalu lama. Tanpa kata-kata lagi, katanya pengadaan sudah 65 persen. Kemarin saya juga mengecek ke lokasi, plafon sudah jadi dan keramik sedang dipasang, tetapi interiornya belum ada yang dilakukan,” ungkap Sherly Tjoanda di halaman kantor DPRD Malut, pada Kamis (14/8/2025).
Gubernur Sherly mengakui, masalah utama terletak pada sistem e-katalog yang digunakan untuk pengadaan. Karena ini adalah pengalaman pertama bagi proyek swakelola menggunakan e-katalog, sehingga prosesnya menjadi lebih lambat. Banyak pemasok awal yang tidak terdaftar dalam e-katalog, sehingga terjadi resistensi pada tahap awal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Namun, saat ini semua sudah terdaftar dan sudah terbeli. Hanya saja, yang terkirim baru 65 persen,” tambah Sherly.
Mengenai saran dari anggota DPRD yang mengusulkan penggunaan pihak ketiga untuk proyek dengan pagu sebesar ini, menurut Sherly, justru pagu untuk renovasi kediaman Gubernur sebesar Rp 8 miliar lebih itu tidak besar, mengingat kita yang direnovasi ini mencakup empat bangunan di kediaman dinas.
Ia berharap bahwa target Dinas PUPR yang dijanjikan untuk menyelesaikan proyek pada bulan Oktober dapat tercapai. “Mudah-mudahan semua bisa rampung sesuai harapan,” pungkasnya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya









