Ternate, Maluku Utara – Dinas Pendidikan Kota Ternate mengakui belum memiliki data valid terkait jumlah anak putus sekolah tahun 2024. Data anak putus sekolah ini juga bagian dari daftar Anak Tidak Sekolah (ATS). Hal ini diungkapkan oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bidang Pembinaan SD, Risman Fara, saat ditemui pada Rabu lalu (6/8/2025).
Menurut Risman, sejauh ini pihaknya hanya mengandalkan data dari sistem Pendataan online (Dapodik) tanpa verifikasi langsung ke lapangan, sehingga akurasinya belum dapat dipastikan.
“Untuk anak putus sekolah itu memang kami belum mengantongi data valid. Data yang kami miliki hanya berasal dari sistem, dan itu pun belum tentu mencerminkan kondisi nyata dilapangan,” jelasnya
Ketidakpastian data ini menuai sorotan dari Akademisi Unkhair, Dr. Syahril Muhammad. Kepada media ini Syahril menyebut Dinas Pendidikan lalai dari tanggung jawabnya.
“Sebagai Dinas Pendidikan, mestinya mereka bisa memastikan secara pasti mengenai angka data Anak Putus Sekolah (ATS) di Kota Ternate. Karena setiap anak mempunyai hak yang sama dalam memperoleh pendidikan,” ujarnya, Kamis (14/8/2025).
Menurut Syahril, Dinas Pendidikan tidak boleh hanya mengandalkan data dari sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). “Kalau misalkan kita hanya mengandalkan data dari Dapodik tanpa pengupdetan kembali tentu akan berbeda dengan di lapangan. Secara tidak langsung, yang menjadi korban atas hal ini adalah anak-anak yang memang mereka itu punya hak berpendidikan,” sambungnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!