Sementara itu, Sekretaris Daerah Muhammad Umar Ali menyebutkan bahwa, untuk lokasi dapur MBG akan tersebar di Gotalamo, Juanga, Sangowo, Hino, Daruba, hingga Daeo Majiko.
“Dapur ini juga akan dikelola bersama koperasi desa merah putih dan Bumdes, untuk menciptakan pergerakan ekonomi lokal selain memenuhi gizi anak. Dengan demikian, Morotai optimis mampu menjadi contoh sukses implementasi MBG di perbatasan. Selain memenuhi gizi anak, dapur ini akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa,” ujarnya.
Terpisah, Deputi Kemenko Pangan Republik Indonesia, Nani Hendiarti menyampaikan apresiasi terhadap Pemda Pulau Morotai atas kesiapan dalam program tersebut. Ia menegaskan dukungan penuh dari pemerintah pusat.
“Morotai memiliki potensi pangan biru atau blue food yang luar biasa. Dengan memaksimalkan ikan dari hasil laut sebagai sumber protein, program MBG di Morotai bisa menjadi role model nasional sekaligus meningkatkan ketahanan gizi di wilayah 3T,” ungkapnya.
Diketahui juga bahwa, dalam FGD ini, dukungan juga datang dari Syska Hutagalung (Deputi III Kantor Staf Presiden), Dr. Andriko Noto Susanto (Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas), Lula Kamal (Tenaga Ahli Menko Pangan), Sitti Aida Adha Taridala (Direktur Tata Kelola Pemenuhan Gizi), Rinna Syawal (Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan), Sabbat Christian Jannes (Asisten Deputi Keamanan dan Mutu Pangan dan Gizi), Gentha Surya Akmal (Tenaga Ahli Menko Pangan), dan Ady Candra (Direktur Kepelabuhan Perikanan KKP).
Bukan hanya itu, para Perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) juga akan memastikan verifikasi lokasi dan penyediaan peralatan dapur segera dilakukan, sementara Kedutaan Jepang menyatakan kesiapannya memberikan dukungan teknis selaras dengan kerja sama mereka di sektor perikanan.
Dengan demikian, dari hasil FGD menyepakati bahwa Morotai akan dijadikan mockup nasional MBG, mengintegrasikan pemanfaatan pangan lokal, dapur hybrid berbasis desa, dan penguatan ekonomi masyarakat di perbatasan.
Atas kesepakatan itu, Bupati Rusli melanjutkan bahwa tetap optimisme mendukung program pemerintah pusat. “Yang terpenting, program MBG ini sukses. Morotai siap menjadi contoh bagi kabupaten lain di wilayah timur Indonesia. Dengan kerja sama semua pihak, kami yakin implementasi ini akan berjalan lancar,” tegasnya.
Dengan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, daerah, dan mitra internasional, Morotai ditargetkan menjadi lumbung pangan bergizi sekaligus model percepatan pemenuhan gizi nasional di pulau-pulau terdepan Nusantara. (RF/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!