Lebih jauh, Fauzan menyampaikan bahwa Pemda Halteng terus mendorong pihak IWIP dan perusahaan mitra di dalam kawasan untuk mengutamakan tenaga kerja lokal. Terlebih, saat ini jumlah pencari kerja di Halteng tercatat sebanyak 6.727 orang, dan perlu difasilitasi melalui pelatihan kerja dan sertifikasi.
“Ini menjadi perhatian kami. Kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan pihak industri mutlak dibutuhkan agar kompetensi tenaga kerja lokal bisa lebih siap menghadapi kebutuhan industri,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah juga menargetkan agar ke depan terjadi peningkatan jumlah tenaga kerja dari lulusan pendidikan tinggi yang terserap di sektor industri, seiring dengan perluasan pembangunan smelter, fasilitas hilirisasi nikel, hingga layanan penunjang lainnya seperti logistik, akomodasi, dan digitalisasi.
“Dengan kapasitas dan pengaruhnya saat ini, IWIP bukan hanya menjadi pusat industri logam nasional, melainkan juga menjadi motor ekonomi utama bagi Kabupaten Halmahera Tengah dan kawasan Indonesia Timur,” pungkasnya. (RJ/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!