Weda, Maluku Utara – Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan merencanakan program perekrutan 100 tenaga guru dari Pulau Jawa guna memperkuat kualitas pendidikan di wilayah tersebut. Program ini merupakan bagian dari upaya strategis Pemkab Halteng dalam mendorong transformasi pendidikan secara menyeluruh dan merata.
Wakil Bupati Halmahera Tengah, Ahlan Djumadil, sebelumnya mengungkapkan bahwa setiap kecamatan akan mendapatkan alokasi 10 guru tambahan, terdiri dari lima guru untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan lima guru untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Namun, pernyataan tersebut memicu berbagai respons publik, termasuk kritik di media sosial yang mempertanyakan tujuan dan urgensi program tersebut. Untuk menjawab berbagai polemik, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halteng, Muksin Ibrahim, memberikan klarifikasi.
“Perlu kami tegaskan, ini bukan soal kualitas guru lokal yang diragukan. Justru kami ingin memperkuat pendidikan melalui kolaborasi. Guru dari Jawa tidak datang untuk menggantikan, tetapi untuk berbagi metode, pengalaman, dan pendekatan pengajaran yang bisa memperkaya proses belajar mengajar di Halmahera Tengah,” kata Muksin saat diwawancarai, Selasa (5/8/2025).
Ia menjelaskan bahwa program ini telah melalui pembahasan bersama Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah, dan dalam waktu dekat, tim dari Pemkab Halteng akan berkonsultasi langsung ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi di Jakarta.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!