Fauzan juga merinci latar belakang pendidikan para pekerja di kawasan industri tersebut. Data menunjukkan bahwa lulusan SLTA (SMA/SMK) menjadi kelompok dominan, dengan jumlah mencapai 59.377 orang, atau sekitar 74,7 persen dari total pekerja.
Berikut adalah rincian lengkapnya. Tidak sekolah / tidak tamat sekolah 980 orang, lulusan SD sebanyak 1.316 orang, lulusan SMP 6.427 orang, lulusan SLTA (SMA/SMK) 59.377 orang, Diploma (D1-D3) 1.670 orang, dan Sarjana (S1) 9.718 orang
“Data tersebut menunjukkan bahwa sektor industri di IWIP masih sangat terbuka bagi lulusan pendidikan menengah. Namun, terdapat pula peluang bagi lulusan pendidikan tinggi, khususnya pada posisi teknisi, pengawas lapangan, manajerial, laboratorium, serta kehumasan dan keuangan,” jelasnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!