Karyawan Tambang Obi Tewas Disorot, Kadisnakertrans Halsel : Kewenangan Ada di Pemprov Malut

Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan pemerintah, khususnya Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans), dalam mencegah kecelakaan kerja di sektor industri tambang.

“Pemerintah seharusnya tidak hanya menikmati retribusi dan pajak dari buruh. Keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan pekerja harus menjadi prioritas,” tambahnya.

Pangky bahkan menuding adanya kelalaian struktural, baik dari perusahaan maupun dari lembaga pengawasan pemerintah. “Kelalaian perusahaan dalam menjamin kondisi kerja yang aman tak bisa dilepaskan dari lemahnya pengawasan pemerintah daerah,” ujarnya.

BACA JUGA  Di Morotai, Pendaftar PPPK Guru Belum Cukup Kuota

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Ikbal Lâ Econ, warga Desa Pasir Putih, Kecamatan Obi Utara, terperosok dan tertimbun tumpukan batu bara sekitar pukul 09.00 WIT pagi. Ia baru berhasil dievakuasi sekitar pukul 19.30 WIT atau hampir 11 jam setelah kejadian.

Sumber internal menyebut, sebelum insiden terjadi, korban diminta oleh atasannya untuk naik ke atas tumpukan batu bara guna mengambil dokumentasi. Tragisnya, setelah terjatuh, tidak ada upaya evakuasi segera karena tidak ada saksi mata di lokasi kejadian. Proses pencarian baru dilakukan setelah rekaman CCTV diperiksa.

BACA JUGA  Seorang Karyawan Harita Group Dilaporkan Tewas Dilindas Alat Berat

Yang lebih memprihatinkan, menurut informasi di lapangan, perusahaan tidak memiliki ambulans yang siap digunakan saat kejadian. Mobil ambulans baru dikerahkan setelah keluarga korban melakukan protes keras di klinik perusahaan.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah