Gubernur Sherly Diminta Copot Kadis DLH Malut, Ini Alasannya

Sofifi, Maluku Utara – Prof. Dr. Muhammad Aris mengungkapkan kekecewaannya terhadap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Maluku Utara, Fachruddin Tukuboya, yang dianggap lamban dalam menanggapi hasil riset terkait pencemaran lingkungan Teluk Weda di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng).

Riset tersebut dilakukan oleh Nexus 3 Foundation dan Universitas Tadulako pada tahun 2024, serta hasil penelitian yang dilakukan bersama Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) pada tahun 2023.

BACA JUGA  Jamu Persik Kediri, Malut United Jaga Asa Peluang Salib Posisi Arema

Pernyataan ini disampaikan oleh Prof. Aris melalui melalui sambungan telepon, di mana ia berbicara tentang artikel yang tayang di laman Haliyora.id pada tanggal 30 Juli 2025. Ia merasa heran dan bertanya-tanya mengapa seorang Kepala Dinas yang baru menyelesaikan gelar doktornya tidak mampu memahami kaidah-kaidah ilmiah, terutama terkait dengan isu-isu vital seperti lingkungan.

BACA JUGA  Sherly Tjoanda Tegaskan Jalan Trans Kieraha 20 Km Terbuka, Mohon Dukungan APBN

“Saya baca berita dan pernyataannya itu buat agak emosional, bukan apa, Kadis DLH itu baru selesai doktornya, kok pikirannya tidak memahami kaidah-kaidah ilmiah, makanya perlu diganti, orang-orang semacam ini tidak lagi memiliki kompeten, apalagi menitipkan harapan ke mereka, itu bahaya,” tegas Aris, Jumat (01/8/2025).

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah