Ia menyentil terkait hasil temuan dari riset tahun 2023 dan 2024, di mana riset tersebut melibatkan orang-orang yang memiliki keahlian dan punya gelar Doktor, sama seperti Kadis DLH Malut, Fachruddin Tukuboya.
Aris lantas mengingatkan ke Fahruddin, untuk membantah sesuatu harus memiliki basis kajian dengan riset. Karena riset yang dilakukan pada tahun 2023 dan 2024 terkait penemuan merkuri tersebut sampelnya di bawah dan diuji dalam laboratorium, bukan hanya sebatas pengamatan lapangan.
“Yang melakukan riset itu bukan orang sembarangan, mereka memiliki basis keilmuan, penemuan air laut terpapar merkuri hingga masuk ke tubuh manusia, masa seenaknya meragukan dengan bicara yang tidak berdasar, saya ingatkan yang melakukan riset itu sampelnya dibawa ke laboratorium yang bukan abal-abal,” ujarnya dengan nada tegas.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!