Agus menyebutkan, sebagai pasangan yang bersama-sama memenangkan kontestasi Pilkada, Wakil Wali Kota seharusnya mendapat ruang untuk ikut mengetahui arah kebijakan, termasuk dalam penyusunan kabinet.
“Setidaknya, ada pembicaraan atau bocoran arah politik yang hendak diambil. Ini penting agar sinergi pemerintahan tetap terjaga,” tambahnya.
Ia menduga, tidak dilibatkannya Nasri dalam proses tersebut merupakan sinyal bahwa visi politik keduanya mulai berseberangan.
“Jika wakil tidak dilibatkan, analisis sederhananya adalah kemungkinan besar walikota dan wakilnya sudah berjalan dengan visi politik yang berbeda, terutama terkait arah pemerintahan ke depan,” jelasnya.
Agus mengakhiri pernyataannya dengan mengutip adagium yang cukup familiar dalam dunia politik: “Tidak ada kawan dan lawan yang abadi, yang abadi hanyalah kepentingan.”

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!