Meski dagangan telah dipajang sejak akhir Juli, Yunus mengaku pembeli masih sepi. “Untuk saat ini belum, mungkin nanti memasuki bulan Agustus baru masyarakat ba beli,” katanya.
Ia tampak tenang, karena menurutnya ini adalah pola yang berulang tiap tahun. “Ini hal biasa setiap tahun,” ujarnya sambil tersenyum.
Bagi Yunus dan para pedagang lainnya, bendera bukan sekadar kain dengan warna. Ia adalah simbol semangat dan harapan. Setiap helai Merah Putih yang terbeli, adalah tanda bahwa rakyat masih peduli, masih ingat, dan masih bangga menjadi bagian dari negeri ini.
Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, mereka tetap sabar menunggu. Menunggu detik-detik Agustus yang membawa semangat kemerdekaan, sekaligus rezeki dari kibaran bendera. (RR/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!