Ia menambahkan bahwa dengan adanya skema ini, Pemerintah Kota Ternate merespons dengan mendukung pelaksanaan sosialisasi untuk membangun KMP sebagai penggerak ekonomi kota. Kolaborasi ini dianggap sebagai momentum penting untuk mendorong ekonomi inklusif di masyarakat.
Mukhtar juga menekankan pentingnya KMP untuk mendapatkan dukungan dalam sosialisasi ke masyarakat. Tujuannya adalah membangun kesadaran kolektif dalam membangun usaha bersama di setiap wilayah pemukiman atau kelurahan. “KMP perlu disupport agar dapat tersosialisasi dengan baik sehingga terbentuk kesadaran kolektif dalam usaha bersama,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa koperasi telah menjadi bagian penting dalam konstitusi UUD 1945, dengan pemikir utamanya adalah Muhammad Hatta. Ia melihat bahwa gagasan kapitalisme yang ada saat ini tidak relevan dalam konteks inklusi ekonomi. “Dengan gerakan KMP, diharapkan koperasi menjadi roh utama dari model pengelolaan ekonomi Indonesia. Ini membutuhkan peran serta pemerintah daerah untuk mendorong dan ikut membangun persepsi bersama tentang arah pembangunan koperasi yang sejalan dengan semangat ekonomi bangsa,” pungkas Mukhtar. (Mg01/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!