Menurut Sherly, fasilitas sementara di sekolah rakyat Kalumata ini hanya akan digunakan hingga Juni 2026. Pada November 2025 mendatang, pembangunan gedung permanen akan dimulai di atas lahan seluas delapan hektare yang tersebar di dua lokasi yaitu Kabupaten Halmahera Utara dan Halmahera Barat. “Fasilitas di sini hanya bersifat sementara, agar kegiatan belajar-mengajar bisa dimulai tahun ini,” jelasnya.
Saat ini, setiap sekolah rakyat menampung 50 siswa, terdiri dari dua rombongan belajar (rombel) masing-masing berisi 25 siswa. Total ada tiga sekolah rakyat di Maluku Utara, yakni di Sofifi (IPWL Desa Akekolano), Ternate, dan Halmahera Utara, dengan jumlah total siswa sebanyak 150 orang.
Gubernur juga menyebutkan, pembangunan infrastruktur sekolah rakyat di Halmahera Barat akan menggunakan dana APBN sebesar Rp 200 miliar, dengan fasilitas olahraga yang lengkap. Di Halmahera Utara, pembangunan akan dilakukan di Kecamatan Kao.”Soal sumber anggarannya, yang jelas berasal dari pemerintah pusat,” pungkas Sherly. (RS/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!