Namun, ia mengakui masih ada sejumlah kekurangan yang perlu segera dilengkapi. Di antaranya, laptop yang belum tiba serta kekurangan tenaga pengajar. Saat ini baru tersedia lima guru, padahal idealnya terdapat sebelas guru.
“Saya sudah instruksikan agar pelajaran-pelajaran inti seperti matematika dan bahasa Inggris diprioritaskan terlebih dahulu,” kata Sherly.
Gubernur juga menyoroti pentingnya pengenalan lingkungan sekolah bagi para siswa, terutama karena mereka tinggal di asrama dan masih berada di jenjang SMP kelas satu. “Anak-anak juga didampingi langsung oleh pihak TNI selama tiga bulan pertama agar terbentuk disiplin. Saya lihat ada beberapa anak yang kondisi fisiknya kurang optimal, dan ini perlu jadi perhatian serius ke depan,” tegasnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!