Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pulau Morotai, Tamhid Bilo, menyampaikan apresiasi atas kerja keras petani dan Pemerintah Desa Tanjung Saleh. “Panen ini merupakan bukti nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Kami akan terus mendorong bantuan agar produktivitas terus meningkat,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Saleh, Norman Mandea, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini diraih melalui proses panjang dan penuh tantangan. Lahan yang digunakan sebelumnya merupakan kawasan hutan yang harus dinegosiasikan dengan operator swasta untuk dibuka.
“Prosesnya memang tidak mudah. Tapi dengan semangat gotong royong dan dukungan dari Dinas Pertanian, akhirnya di tahun 2025 ini panen bisa terlaksana. Kami ingin lahan ini diperluas, agar bisa dimanfaatkan untuk penanaman semangka dan melon,” jelas Norman.
Namun demikian, ia menyebut keterbatasan alat berat seperti ekskavator masih menjadi kendala utama dalam membuka lahan pertanian baru. “Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah, agar penyediaan alat berat dapat membantu meringankan kerja kelompok tani,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Rusli Sibua juga menyerahkan sejumlah bantuan pertanian, di antaranya alat perontok padi dan alkon (pompa air) kepada kelompok tani dan pemerintah desa setempat. “Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian desa dalam mengelola sektor pertanian,” ucapnya (RF/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!