Sofifi, Maluku Utara – Komisi III DPRD Maluku Utara kembali memanggil Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) terkait progres lelang yang saat ini baru mencapai 20 persen. Situasi ini berdampak signifikan pada pelaksanaan pekerjaan fisik yang harusnya dapat segera dimulai.
Ketua Komisi III DPRD Maluku Utara, Merlisa Marsaoly, mengungkapkan hasil pertemuan dengan BPBJ, menunjukkan bahwa dari total proyek yang direncanakan, hanya 20 persen yang telah melewati proses lelang.
“Masih ada 80 persen proyek yang belum dilaksanakan lelangnya. Kami sangat khawatir, mengingat bulan Juli sudah dekat, tetapi progresnya baru 20 persen,” kata Merlisa di halaman kantor DPRD Malut, Senin (7/7/2025).

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!