Tonny menekankan bahwa aspek keamanan dan legalitas lahan akan menjadi pertimbangan utama. Maka pihaknya perlu memastikan bahwa lahan tidak berada di zona rawan bencana maupun kawasan konservasi.
“Soal anggaran pembangunan sudah tersedia. Tinggal menunggu penetapan lokasi resmi,” tegasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa lahan ideal untuk pembangunan SR mencakup area seluas 5 hektar, termasuk untuk bangunan sekolah dan asrama siswa. Namun, lahan yang saat ini tersedia hanya berkisar antara 1 hingga 2 hektar, dengan opsi lokasi sementara di Pulau Moti dan sebagian wilayah Kota Ternate.
“Penetapan lokasi secara resmi belum dilakukan karena Surat Keputusan (SK) dari Pemkot belum diterbitkan,” pungkasnya. (Mg01/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!