Selain itu, lanjut Nurafni, ada pula utang pribadi Yunan Baharu kepadanya sebesar Rp 4 juta yang belum dilunasi, sehingga total keseluruhan utang yang belum dibayar sebanyak Rp 24 juta. “Saya sudah beberapa kali melakukan penagihan namun yang diberikan hanya janji tanpa kepastian pembayaran,” terangnya.
Jika dalam waktu dekat utang tersebut tidak diselesaikan, dirinya akan mendatangi lokasi pembangunan pasar kuliner yang dikelola CV. Gelora Bakti Mandiri tersebut. “Saya akan datang ke lokasi pembangunan pasar kuliner dan melakukan aksi pengecatan piloks di bangunan tersebut sebagai bentuk protes,” tegas Nurafni.
Haliyora.id telah berusaha mengkonfirmasi kontraktor CV. Gelora Bakti Mandiri, atasnama Yunan Baharu, melalui whatsapp, namun sampai berita ini tayang yang bersangkutan tidak merespon. (Mg05/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!