Tepat 73 hari Gubernur dan Wakil Gubernur Sherly-Sarbin dilantik, program ini diharapkan mampu membantu orang tua murid yang selama ini terbebani dengan iuran komite.
Adapun program dengan sumber anggaran APBD yang dialokasikan ke dalam BOSDA ini sebesar Rp 34 miliar, yang mencakup seluruh sekolah negeri maupun swasta menengah atas. “Implementasi dari BOSDA kurang lebih Rp 34 miliar yang dialokasikan ke Dinas Pendidikan untuk mengcover kebutuhan, SMA, SMK, SLB,” papar Abubakar.
Program tersebut menyasar sekolah menengah atas berstatus negeri. Sedangkan mekanisme penyalurannya menggunakan pembayaran langsung (LS).
“Berdasarkan data pokok pendidikan (Dapodik), jumlah sekolah negeri maupun swasta menengah atas sebanyak 407 sekolah dan jumlah siswa sebanyak 63.000, namun tahap pertama ini diberlakukan kepada SMA, SMK, SLB berstatus negeri, dengan mekanisme pembayaran langsung, dimana untuk SMA dan SLB per orang di hitung 50.000 dan untuk SMK 75.000 per orang. Untuk sekolah swasta berlakunya mulai Juli dengan mekanisme yang sama,” tutup Abubakar. (RFJ/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!