Menurutnya, pertemuan yang direncanakan akan melibatkan semua pihak yang berkepentingan, termasuk masyarakat adat, perusahaan, pemerintah daerah, penegak hukum, dan anggota DPRD yang berwenang.
Konflik ini sempat menjadi sorotan publik setelah insiden penembakan terhadap masyarakat yang diduga menggunakan gas air mata oleh pihak kepolisian pada Senin kemarin (28/4).
Kejadian tersebut menunjukkan betapa pentingnya dialog terbuka dan kolaborasi antara berbagai pihak untuk meredakan ketegangan.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!