Menurutnya, dari 10 kabupaten kota, Kota Ternate tertinggi, namun angka secara nasional penemuan kasus baru tersebut, Maluku Utara tertinggi di Indonesia. “Memang dari 10 kabupaten kota, Kota Ternate tertinggi, cuma kalau angka nasional kan dilihatnya per provinsi,” tambahnya.
Berdasarkan rincian data Dinkes Kota Ternate, sepanjang tahun 2024 tercatat sebanyak 535 orang masih menjalani pengobatan Antiretroviral (ARV), 65 orang gagal follow-up atau tidak lagi melanjutkan pengobatan, 29 orang belum memulai terapi ARV, dan 467 orang telah meninggal dunia akibat HIV/AIDS.
Lanjutnya, meski kasus baru terus bertambah, angka kematian akibat HIV/AIDS menunjukkan tren penurunan. Pada tahun 2024, tercatat hanya 9 kasus kematian, lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Data sebaran kasus tersebut ditangani di sejumlah fasilitas kesehatan di Ternate yakni Rumah Sakit (RS) dan Puskesmas. Di RS Dharma Ibu mencatat 2 kasus HIV/AIDS, belum ada yang menjalani terapi ARV, RSUD Chasan Boesoirie 104 kasus, 70 orang diantaranya menjalani pengobatan ARV, RS Prima Ternate 1 kasus, belum ada yang menjalani terapi ARV.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!