Taman Falajawa Ternate jadi Lokasi Transaksi Prostitusi Terselubung, Tarif Rp 350 Ribu

Sejumlah warga yang sering mengunjungi taman juga mengaku pernah ditawari langsung oleh perempuan yang berada di sekitar taman. Salah satunya adalah Riski, seorang pengunjung yang biasa bersantai di taman falajawa.

“Kita ini dulu awalnya tara tau. Kita sering-sering kamari duduk sini, ngopi, terus kita tau. Perempuan dong ba dekat, dong tanya, nah di situ baru kita tau. Teman-teman saya yang sering pigi di tempat-tempat begitu juga pernah bilang, kalau ngana mau cari tempat perempuan-perempuan yang bagus cari di taman Falajawa. Kalau tarada itu ngana pigi di belakang PLN,” tutur Riski, dengan dialek melayu Ternate.

BACA JUGA  Duo Telaga Moro di Morotai akan Dikembangkan

Menurut Riski, faktor ekonomi dan lingkungan sosial menjadi salah satu pemicu maraknya praktik prostitusi ini. “Salah satu faktornya mungkin karena dong butuh doi dan bisa jadi karena pengaruh teman-teman,” ujarnya.

Sebagai warga, berharap ada langkah tegas Pemerintah Kota Ternate melalui Satpol PP untuk menertibkan dan mengembalikan fungsi taman sebagai ruang publik yang aman dan nyaman bagi semua. Bukan tempat transaksi jasa prostitusi. (Mg01/Red2)

BACA JUGA  Hasil Verfak Kesatu, Bakal Paslon Independen di Halmahera Utara Tidak Memenuhi Syarat
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah