Senator Hasby : Gubernur Sherly Layak Diberi Kartu Merah dalam Pengelolaan DBH

Ia menambahkan, diskriminasi semacam ini berpotensi memicu ketegangan antar daerah dan memperlambat proses pembangunan yang merata. Karena itu, ia mendesak Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan untuk segera melakukan evaluasi dan turun langsung meninjau kebijakan tersebut.

Polemik ini menjadi sorotan publik, mengingat pentingnya transparansi dan keadilan dalam distribusi keuangan daerah guna mendorong pembangunan yang inklusif di seluruh pelosok Tanah Air.

BACA JUGA  Bupati Halsel Singgung Ketimpangan Pembangunan Hingga Praktik Nepotisme Rekrutmen Pengurus KMP

Sebelumnya, Pemprov Maluku Utara, telah menyalurkan DBH untuk dua kabupaten yaitu Kabupaten Halmahera Utara dan Halmahera Barat. Penyaluran DBH untuk 2 kabupaten ini memicu protes 8 kabupaten/kota lainnya di Maluku Utara.

Kabupaten/Kota yang DBH-nya ditunggak Pemprov mempertanyakan apa indikator Gubernur Sherly Tjoanda mendahulukan pembayaran DBH 2 kabupaten itu. Sedangkan 8 kabupaten/kota lainnya punya urgensi yang sama untuk pembangunan di daerah masing-masing. Apalagi DBH 8 kabupaten/kota itu menjadi tunggakan yang mestinya dibayar Pemprov, sama halnya dengan 2 kabupaten yang didahulukan pembayarannya. (RJ/Red)

BACA JUGA  Hari Senin, Gedung Wakil Rakyat di Sofifi Sepi, Satpam : Harus Paham Jadwal Kerja DPRD
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah