Bahtiar berharap ke Polres Ternate, agar terduga pelaku dapat diproses lebih lanjut hingga ada kepastian hukum penetapan tersangka, dan penjatuhan hukuman.
Sebagai informasi, kejadian ini bermula saat korban hendak melakukan penyeberangan dari Ternate ke Hiri menggunakan kapal kayu, namun dicegat petugas, dengan alasan sudah penuh. Padahal pelayanan pelabuhan ini tidak ada pemberlakuan pembelian tiket, warga biasanya membayar secara tunai setelah tiba di pelabuhan tujuan.
Korban ketika itu tidak terima diturunkan sendirian, karena motor kayu tersebut harusnya memuat 21 penumpang. Namun saat itu sudah ada 25 penumpang, dan ditambah korban sehingga menjadi 26 penumpang. Lantaran tak mendapatkan perlakuan adil, korban lalu memprotesnya yang berujung pada penganiayaan. (Riv/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!