Emi, seorang pedagang petasan yang berjualan di depan Plaza Gamalama, mengungkapkan bahwa dia sering melihat anak-anak mengkonsumsi minuman keras di area tersebut. “Berulang kali saya melihat lantai satu menjadi tempat konsumsi minuman keras,” ujar Emi.
Kondisi ini menunjukkan kurangnya perhatian dan pemeliharaan terhadap Plaza Gamalama, yang sebelumnya diharapkan bisa menjadi salah satu pusat ekonomi dan tempat yang nyaman bagi masyarakat. Kini, tempat tersebut malah menjadi simbol pengabaian dan kurangnya pengawasan.
(RFJ/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!