Haryo mengatakan pemerintah telah menyiapkan Rp 50 triliun untuk THR PNS. THR diharapkan bisa meningkatkan daya beli masyarakat.
“Percepatan pencairan THR untuk ASN dengan alokasi sekitar Rp 50 triliun bertujuan untuk meningkatkan daya beli masyarakat secara signifikan, memperkuat konsumsi domestik, serta mendorong perputaran ekonomi di berbagai sektor, terutama perdagangan dan jasa,” sebutnya.
Sementara itu, pemerintah meminta THR para pekerja swasta bisa dibayarkan perusahaan paling telat seminggu sebelum lebaran 2025. Anak buah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto itu menegaskan pembayaran THR bakal meningkatkan daya beli masyarakat.
“Dari sisi permintaan, puncak konsumsi rumah tangga selama ramadhan 2025 menjadi salah satu motor penggerak utama perekonomian Indonesia. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap stabilitas makroekonomi dan mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2025,” ujar Haryo. (Redaksi)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!