Dua kelompok ini sebelumnya dari kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate, baru kemudian melanjutkan rute keduanya di kantor Walikota Ternate, Maluku Utara.
Di pintu selatan, terlihat seorang perempuan sedang membakar massa. “Pemangkasan Anggaran pendidikan tidak bisa menuju pada Indonesia emas, melainkan Indonesia cemas,” pekik perempuan itu sambil menunjuk ke arah pihak kepolisian.
Sementara di pintu utara, massa aksi kembali membakar ban bekas, asapnya kembali mempengaruhi satpol PP dan pihak kepolisian untuk kembali bersiap siaga. Mobil komando di putar musik Cakalele untuk membangkitkan semangat.
Jam menunjukkan pukul 16.02 Wit, dua kelompok mahasiswa yang berdemo telah beristirahat sejenak karena waktu ibadah, aktivitas lalu lintas masih terkendali, sementara terik matahari masih menunjukan komitmennya mengawal jalannya aksi. (RR/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!