
Terlihat di kerumunan massa, api dari ban bekas sudah menyala dan membakar semangat mahasiswa. Pembakaran ban ini justru memancing kemarahan Satpol PP. Aksi saling dorong tak terelakan.
“Jangan terpancing,” teriak salah satu orator dari atas mobil komando. Umbul-umbul bertuliskan ‘Wujudkan Pendidikan Gratis, Ilmiah dan Kritis’ menjadi penyemangat mahasiswa.
“Hidup mahasiswa, hidup rakyat,” suara lantang kembali keluar dari mulut moderator yang hendak menyemangati mahasiswa yang sebagian sudah duduk di emperan jalan.
Pukul 14.32 Wit, salah satu kelompok mahasiswa mulai berdatangan di dua penjuru selatan dan utara. Tidak beda, mereka juga merespon Indonesia Gelap. Kali ini, pihak keamanan rupanya telah sibuk, karena di dua titik pintu utama kantor Wali Kota Ternate telah di blokade oleh massa.

Di pintu utara, ada kelompok mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Maluku Utara, sedangkan di bagian pintu selatan ada Badan Eksekutif Mahasiswa se Kota Ternate.
Ban bekas yang dibakar mahasiswa di pintu utara tampaknya telah meninggalkan sisa-sisa abu di jalan, asapnya mengepul dan menyebar takaruang (sembarang).

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!