Kondisi Lingkungan Kerja yang Tidak Mendukung
Selain masalah keselamatan, kondisi lingkungan kerja di kawasan tambang yang terpencil juga menjadi tantangan tersendiri bagi para buruh. Dia mengungkapkan bahwa meskipun upah yang diterima terbilang cukup, tapi biaya hidup di sekitar lokasi tambang sangat tinggi. “Biaya hidup disana mahal, mulai dari harga barang-barang kebutuhan sehari-hari hingga biaya kos-kosan yang cukup tinggi,” kata sumber.
Di tengah kehidupan yang mahal, meskipun upah yang diterima sudah memenuhi standar perusahaan, banyak pekerja yang merasa gaji mereka tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal ini menambah beban mental dan fisik bagi para buruh yang bekerja keras di tengah kondisi yang tidak mendukung.
Masalah Limbah dan Dampak Lingkungan Hidup
Sumber juga menyoroti masalah lain yang tak kalah penting, yaitu dampak lingkungan dari aktivitas pengelolaan limbah perusahaan. Limbah nikel yang dibuang ke lautan untuk memperluas daratan, menurutnya, dapat menimbulkan kerusakan ekosistem laut yang lebih besar. “Kami timbun limbah ini ke lautan setelah di daratan tak ada lagi tempat penampungan, dan itu berisiko merusak ekosistem sekitar. Ini adalah keputusan yang seharusnya dipertimbangkan lebih matang oleh perusahaan dan pemerintah seharusnya bisa melakukan teguran keras seharusnya untuk bisa mendisiplinkan perusahaan,” ungkapnya.
Masalah pengelolaan limbah ini juga menunjukkan kurangnya komitmen perusahaan terhadap lingkungan, yang seharusnya menjadi salah satu aspek penting dalam operasional mereka. Juga terjadi pengrusakan hutan dan lain sebagainya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!