Pemprov Sambut Baik Usulan DPRD Malut Soal Pengalihan Ruas Jalan ke Nasional

“Kalau mau dialihkan juga harus melihat jalan itu harus menghubungkan dengan pelabuhan-pelabuhan strategis karena itu salah satu persyaratannya, kalau hanya jalan Saketa-Dehepodo, Payahe-Dehepodo kita juga harus melihat tematiknya karena penilaian itu dilakukan langsung oleh Balai,” ujarnya.

Disentil saran yang disampaikan oleh anggota DPRD apakah nanti disampaikan ke gubernur mengingat hal ini juga penting untuk mengurangi beban biaya pembangunan infrastruktur pemerintah daerah, soal itu kata Sofyan, ini merupakan keinginan dan kemauan politik will dari DPRD. Sebagai dinas teknis ia sangat mendukungnya.

BACA JUGA  Kadispora Morotai : Pernyataan Pj Bupati Hanya Sebuah Candaan

“Bukan kita laporkan ke gubernur. Kalau gubernur punya inisiatif dan memerintahkan PUPR  untuk mendorong sudah pasti kita lakukan dengan dukungan data-data yang dibutuhkan,” ucap Sofyan. 

Ia juga mengungkapkan, untuk menangani ruas jalan tersebut yang tak selesai dikerjakan ini harus membutuhkan dana yang besar. Misalnya Pemprov punya kekuatan melobi dana DAK juga sangat bagus. 

BACA JUGA  Kumpul Tim Optimalisasi PAD, Wagub Malut Soroti Tujuh Jenis Pendapatan

Untuk ruas yang menghubungkan Payahe-Dehepodo, lanjutnya, berdasarkan data yang dihitung membutuhkan dana sebesar Rp 80 miliar hingga pekerjaannya tuntas. Sedangkan ruas jalan Saketa-Dehepodo itu membutuhkan dana Rp 128 miliar.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah