Mendagri Ingatkan Pj Gubernur Malut Harus se-Frekuensi dengan Presiden Prabowo

Plh Mendagri mengatakan saat ini Kemendagri memiliki beberapa target sesuai arahan presiden untuk aksi nyata termasuk di provinsi Maluku Utara yaitu efisiensi atau menyeimbangkan Belanja Pegawai, Pengadaan Barang dan Jasa dan Fokus Program yang berdampak pada masyarakat.

“Mendagri meminta jajaran pemerintahan mengurangi perjalanan dinas baik dalam maupun luar negeri sehingga hal-hal yang tidak berdampak pada kesejahteraan masyarakat seperti kunjungan dan pertemuan yang tidak substantif dipotong dan perjalanan dinas dalam dan luar negeri dihemat 50 persen,” ujar Wamendagri ini.

BACA JUGA  Kadis PUPR Sula dan Kontraktor Ditetapkan Tersangka Korupsi Jalan Tani

Disamping itu, Mendagri mengingatkan agar Pemda memperkuat fiskal daerah harus karena masih banyak daerah yang dana transfer dari pusat penyerapannya masih diatas 60 sampai 70 persen sehingga dibutuhkan penguatan kapasitas fiskal, mengurangi ketergantungan pusat dan meningkatkan pendapatan daerah.

“Masih banyak kapasitas fiskal di beberapa daerah lemah, dimana ketergantungan dana dari pusat tinggi sehingga membutuhkan banyak pembelajaran,” tambah Bima Arya.

BACA JUGA  Peresmian Kantor DPRD Taliabu Bakal Molor

Selanjutnya, untuk kegiatan Pencegahan dan Penurunan Stunting terlihat kegiatan perjalanan pada salah satu daerah di Indonesia dimana perjalanan dinasnya masih 61 persen dari anggaran 2 miliar dari kegiatan Stunting sehingga jelas tidak masuk akal.

Begitu pula Untuk pengentasan kemiskinan ekstrim dapat dilihat bahwa perjalanan dinas masih tinggi maka jelas tidak masuk akal maka harus dilihat program yang substantif, anggaran belanja kantor dan lainnya.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah