Dugaan Provokasi Jurkam CPM-UTU Picu Ketegangan Politik di Taliabu 

Pada malam harinya, situasi semakin memanas ketika Enong bersama beberapa orang mendatangi Kai di markas Paslon SAYA TALIABU, yang berlokasi di kediaman Hi. Zainal Mus. Salah satu rekan Enong diduga membawa senjata tajam (Sajam) dan menantang Kai untuk berduel. Demi menghindari konflik yang lebih besar, Kai memilih untuk tidak menanggapi tantangan tersebut. Tindakan Enong ini memicu kemarahan pendukung Paslon 01 SAYA TALIABU, yang merasa tindakan itu adalah ancaman serius.  

BACA JUGA  Status Covid-19 di Ternate Meningkat, Belajar Tatap Muka Jalan Terus

Kuasa Hukum pendukung Paslon 01 kemudian melaporkan kasus ini ke Polres Pulau Taliabu, menuntut aparat hukum untuk segera bertindak terhadap Enong atas dugaan, ancaman.

Sementara situasi di Mapolres memanas ketika massa dari kedua kubu hadir, nyaris terlibat bentrokan fisik. Aparat keamanan bekerja keras memisahkan kedua kelompok untuk mencegah kerusuhan lebih lanjut.  

Insiden ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi konflik yang lebih besar jika tidak segera diselesaikan. Masyarakat mendesak aparat keamanan, penyelenggara pemilu, dan tokoh politik untuk menciptakan suasana aman agar proses demokrasi berjalan lancar. 

BACA JUGA  Ungkap Penyebab Kebakaran Speedboat Bela 72, Tim Puslabfor Polri Mulai Olah TKP

Pilkada damai dan bermartabat merupakan tanggung jawab bersama. Kampanye seharusnya menjadi ruang untuk menyampaikan visi dan misi, bukan ajang provokasi yang berpotensi menimbulkan konflik. Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak agar menjaga etika politik demi keberhasilan pesta demokrasi di Pulau Taliabu. (RHM/Red1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah