Upaya Membangun Resiliensi Terhadap Ancaman Perubahan Iklim di Kota Ternate

Dikatakan, Pemkot Ternate melalui kelompok kerja perubahan iklim sudah melakukan perhitungan persentase penurunan gas rumah kaca tahun 2010-2030, penyusunan rencana aksi mitigasi perubahan iklim, perhitungan rata-rata curah hujan baseline (1991-2020) dan proyeksi (2021-2050). Selain itu juga dilakukan perhitungan kerentanan, keterpaparan dan potensi dampak, perhitungan indeks risiko iklim basah dan kering, perhitungan tingkat urgensi bencana iklim, rencana aksi adaptasi perubahan iklim.

“Program ini kami jalankan dengan melibatkan pelbagai stakeholder dan akademisi agar dokumen rencana aksi iklim daerah – Kota Ternate, sesuai dengan kondisi yang sebenarnya dan dokumen ini bisa digunakan sebagai salah satu dokumen acuan dalam pengembangan pola ruang Ternate“ ungkapnya. 

BACA JUGA  Aneh, Pekerjaan Belum Kelar, Pusat Kuliner Ini Sudah Diserahkan ke Pemkot Ternate

Sementara, Direktur Lingkungan Hidup BAPPENAS Priyanto  Rahmatullah, mengatakan, bahwa hingga saat ini masyarakat menghadapi permasalahan sampah, sehingga, sesuai dengan program Net Zero Emission 2060 dapat direalisasikan.

Dikatakan, pelatihan pengelolaan sampah dan tata kelola bioregional yang dikembangkan oleh dua mitra CRIC (Ecolise dan ACR+) untuk diaplikasikan pada kota yang termasuk dalam CRIC, Urban Act. 

“Tujuan melaksanakan pelatihan pengelolaan sampah dan tata kelola bioregional yang dikembangkan oleh dua mitra CRIC (Ecolise dan ACR+) untuk diaplikasikan di kota-kota CRIC, Urban Act,” katanya. 

BACA JUGA  Perombakan Kabinet Jilid II Ternate Andalan Dilakukan Dalam Waktu Dekat

Ia menyebutkan, tantangan dan peluang saat ini dan masa depan, terkait aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim untuk mendorong kolaborasi dan partisipasi yang inklusif, tantangan dan peluang untuk mengintegrasikan perangkat dan materi pelatihan dalam rencana aksi perubahan iklim kota. 

“Kemudian praktik terbaik dan berbagai pembelajaran yang bisa dipetik dari kota-kota di Eropa, Asia Selatan dan Asia Tenggara yang relevan dengan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim untuk diadopsi dalam konteks kota-kota di Indonesia,” pungkasnya. (*Rul/Red2)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah