Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara dr. Idhar Sidi Umar, mengatakan HIV AIDS di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat baik nasional maupun tingkat global.
“Tingginya angka kasus HIV AIDS di Indonesia menjadi perhatian penting, hingga saat ini jumlah kumulatif kasus HIV AIDS Tahun 1987-2023 sebanyak 454.723 kasus dan yang mendapatkan pengobatan sebanyak 216.617 ODHIV,” ungkapnya.
Di Provinsi Maluku Utara, lanjut Idhar, trend jumlah kumulatif kasus HIV AIDS tahun 2007-2023 sebanyak 2.913, laki-laki 1.746 dan perempuan 1.167. Berdasarkan golongan umur tertinggi terdapat pada golongan umur 20-24 tahun dengan jumlah kasus sebanyak 613 dan kelompok populasi tertinggi pada ODHIV dengan TB dengan jumlah kasus 441.
Kemudian, selama tiga tahun terakhir 2021-2023 kasus HIV AIDS di Provinsi Maluku Utara mengalami peningkatan yang signifikan dari 234 kasus baru pada tahun 2021 menjadi 395 kasus baru pada tahun 2022 dan 436 kasus baru pada tahun 2023. Bahkan pada trimester I tahun 2024 periode Januari-Juni sudah ditemukan sebanyak 314 kasus baru.
“Untuk Kabupaten Halmahera Tengah termasuk dalam urutan 4 dengan angka kasus baru HIV AIDS terbanyak dalam periode tahun 2021-2024 semester 1 sebanyak 119 kasus. Setiap tahun angka kasus meningkat, dan masih terdapat data yang tidak terlaporkan pada aplikasi SIHA oleh layanan lainnya,” bebernya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!