Sofifi, Maluku Utara – Pembangunan infrastruktur gedung jantung di Rumah Sakit Umum (RSUD) Chasan Boesoirie (CB) Ternate, berpotensi tidak dapat dilanjutkan. Pasalnya tidak ada pihak rekanan yang memenuhi syarat, sehingga proyek ini terancam dialihkan ke provinsi lain.
Menanggapi hal ini, anggota DPRD Maluku Utara Jasmin Rainu, mendesak kepada Pj Gubernur Samsuddin A. Kadir agar mencari solusi demi menyelamatkan proyek bernilai Rp 30 miliar yang tiap kali gagal tender itu.
“Untuk itu kami meminta agar Gubernur segera mencari solusi karena gedung ini sangat penting, karena kita mendapatkan dana subsidi untuk pembelian alat tersebut sebesar Rp 70 miliar dari Kemenkes akan hilang jika gedung jantung tersebut tidak segera di bangun,” desak Jasmin, Jumat (20/9) kemarin.
Sementara Pj Gubernur Maluku Utara Samsudin A. Kadir ketika ditemui awak media, tak menampik bahwa proyek pembangunan gedung jantung RSUD Chasan Boesoirie sudah dua kali gagal tender di Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ).
“Karena dua kali lelang gagal, sehingga kita akan melakukan yang ke tiga kali yaitu penunjukan langsung (PL),” ujar Samsuddin.
Di sentil kalau penunjukan langsung sudah tentu tidak bisa di atas Rp 10 sampai Rp 20 miliar, menurut Pj Gubernur, itu karena pihak kontrak tidak memenuhi syarat dan rekanan hanya sanggup di angka Rp 10 miliar. “Harus diingat bahwa ini bukan pekerjaan struktur, ini hanya pekerjaan mekanik elektrik sehingga kalau dikerjakan banyak orang saya yakin pasti jadi,” katanya dengan nada luas. (RS/Red1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!