Sementara, Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly mengatakan, semangat Si-Batagi ini untuk mengoptimalkan retribusi parkir. Namun harus ada perubahan antara sebelum dan sesudah, baik titik penagihan di area Gamalama maupun di Bastiong.
“Ada keterlibatan juru parkir yang didalamnya ada konsep sinergi dan kolaborasi,” kata Rizal.
Diaktakan, optimalisasi ini harus segera dilakukan, karena selama ini parkiran itu bocor yang sudah bukan lagi menjadi rahasia umum. Semua titik berpotensi bocor harus dihilangkan.
“Jadi tinggal punya rencana menganalisis dampak lalu lintas dalam waktu 5-10 tahun ke depan sesuai dengan RPJPD. Jangka panjang ini harus ada produk master plan yang dikhususkan pengelolaan parkiran yang sudah terkoneksi dengan sistem digitalisasi dengan catatan untuk bisa melakukan perubahan, karena Ini merupakan satu hal yang menjadi urgen oleh Pemkot Ternate,” pungkasnya. (Rul/R2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!