“Kalau lewat disitu harus bayar baru bisa lewat dengan tarif yang sudah ditentukan, kalau tidak bayar maka tidak bisa melewati jembatan tersebut,” ungkap salah satu warga yang enggan menyebutkan namanya.
Menurut informasi yang diperoleh, tarif yang dipatok untuk pengendara tergantung jenis kendaraan. Untuk kendaraan roda dua sekali lewat tarifnya Rp 20 ribu, sementara untuk kendaraan roda empat jenis angkutan kota dipatok Rp 100 ribu, sedangkan jenis dum truk sebesar Rp 200 ribu.
Warga mengaku kesal lantaran jembatan itu dibangun secara swadaya melalui kegiatan gotong-royong tanpa bantuan pemerintah namun dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk mengeruk keuntungan pribadi.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!