Tobelo, Maluku Utara- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Halmahera Utara (Halut), menyoroti perbedaan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis minyak tanah di daerah tersebut.
Perbedaan harga jual ini tentu sangat berdampak ke para nelayan yang kesehariannya menggunakan minyak tanah untuk mesin laut mereka.
Ketua GMNI Cabang Halut Wilson Musa mengatakan, harga minyak tanah (mitan) yang dijual di pedagang selisihnya sangat jauh dengan harga yang ditetapkan oleh pemerintah, harga saat ini sebesar Rp 8.000 per liter. Harga minyak tanah subsidi seharusnya sebesar Rp 4.000 per liter.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!