Sahril lantas meminta kepada Pemerintah dan DPRD Kabupaten Halmahera Tengah harus memanggil pihak perusahaan untuk mengkonfirmasi kembali soal izin tambang di Pulau Fau.
Kata Sahril, kesejahteraan rakyat tidak dihitung dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi, sebab tidak ada indikator yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah.
“Peningkatan ekonomi kita naik dua digit tapi faktanya masyarakat kita di Halmahera Tengah dan Halmahera Timur masih miskin, tidak ada korelasinya antara pertumbuhan ekonomi dan masalah tingkat kemiskinan, sudah cukup Weda Bay Nikel. Kita tidak menolak investasi, tapi menolak orang yang datang merusak lingkungan di Maluku Utara,” tandasnya. (RJ/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!