Ini Penjabaran PLN UIW MMU Soal Rencana Dedieselisasi 27 Sisten Kelistrikan di Maluku-Malut saat Kunjungan Tim Analis Sekjen DPR RI

PLN UIW MMU, 15 MEI 2024 – Suksesnya peresmian proyek revitalisasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Pulau Tiga, turut membangkitkan semangat PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) untuk terus menggencarkan upaya dedieselisasi.

Seperti yang diketahui, terdapat 164 sistem kelistrikan yang menyebar di wilayah kerja PLN UIW MMU. Sistem kelistrikan ini dijalankan dengan menggunakan bauran energi, berupa; Bahan Bakar Minyak sebanyak 93.40 persen, Batubara 6.60 persen, dan Surya masih di bawah angka 1 persen hingga Desember 2023. Pada 2024 ini, PLN mengupayakan proses dedieselisasi 27 sistem kelistrikan menjadi PLTS Hybrid.

PLTS Hybrid ini merupakan sumber listrik yang dihasilkan panel surya kemudian dapat digabungkan dengan sumber listrik dari PLN.

BACA JUGA  Tinjau Layanan Kelistrikan Jelang Ramadhan, PLN UIW MMU Kunjungi PT Semen Tonasa Indonesia dan Unpatti

“Dengan menerapkan rencana ini, banyak keuntungan yang bisa diperoleh. Baik dari sisi anggaran, kebersihan lingkungan, keberlanjutan dan lainnya,” sebut Awat saat saat mempresentasikan rencana PLN UIW MMU dalam kegiatan Focus Group Discussion yang digelar Pusat Analisis Anggaran dan Akuntabilitas Keuangan Negara Badan Keahlian Dewan Sekretariat Jenderal DPR RI, Senin (13/5/2024) kemarin.

Awat mencontohkan kondisi geografis Provinsi Maluku dan Maluku Utara. Dalam upaya pemerataan akses listrik di kedua provinsi kepulauan ini, selalu diperhadapkan dengan medan yang tak mudah. Baik dari akses transportasinya, maupun tantangan cuaca di lapangan. Distribusi infrastruktur maupun material pendukung sistem kelistrikan menjadi lebih bengkak dari sisi pembiayaan, belum lagi eksploitasi potensi alam yang tidak ramah lingkungan.

BACA JUGA  Hebat, Lewat Gardu Listrik di Ternate, Pelanggan Bisa Download Aplikasi PLN Mobile

Transformasi penggunaan energi fosil ke listrik ini menjadi agenda besar PLN UIW MMU tahun ini. Hal ini tentu saja sejalan dengan upaya pemerintah untuk menghadirkan energi bersih bagi masyarakat menggunakan Energi Baru Terbarukan (EBT). 

Awat berharap, dalam prosesnya, implementasi program dedieselisasi atau pengembangan pembangkit EBT di Provinsi Maluku dan Maluku Utara dapat berjalan dengan baik. 

“Untuk itu, kami meminta dukungan dari berbagai pihak, terutama pemerintah, investor, hingga masyarakat untuk saling gandeng mewujudkan impian kita bersama dałam menghadirkan listrik yang berkeadilan di Maluku dan Maluku Utara,” harap Awat.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah