Menurutnya, walau disebut sebagai miniatur koalisi dan atau koalisi besar sepanjang memenuhi syarat formal yang ditetapkan dalam aturan, maka ia akan tetap bertarung dalam kontestasi pemilihan gubernur 2024 pada November nanti.
“Bagi saya yang penting PDIP sudah ada di dalam bersama dengan saya. Kenapa saya mengatakan itu, karena ada benang merah sejarah antara kami keluarga dari mantan gubernur pertama Irian Barat, Sultan Zainal Abidin Snah,” tutur Sri Sultan Tidore ini.
Tak sampai disitu, dirinya juga menuturkan, kakeknya Sultan Zainal Abidin Sjah dahulu pernah berada di dalam Partai Nasional Indonesia (PNI) era kepemimpinan Bung Karno dan menjadi orang kepercayaan sang proklamator itu.
“Dan bagaimana hitam putih perjalanan antara Zainal Abidin Sjah ketika bersama dengan Bung Karno pada saat itu. Sehingga saya saat ini diberikan kesempatan diberikan ruang untuk kembali meramu dan mengikat benang merah historis itu,” kata Husain.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!