Muhammad Sinen mengatakan, PDIP tetap fokus pada posisi calon Wakil Bupati dengan mengusung kader partai sendiri, karena pada Pileg lalu raihan suara PDIP di Kepulauan Sula di bawah 20 persen.
“Untuk Kabupaten Sula sendiri karena di bawah 20 persen, maka dalam pilkada kedepan, wakilnya harus dari kader dari PDI-Perjuangan, untuk 01 mau siapapun intinya wakilnya harus dari PDIP,” ungkap Erik, sapaan akrabnya.
Untuk Fifian Adeningsih Mus sendiri, kata Erik, dia bukan kader PDIP murni. Sebab menurut Erik, dari hasil Pileg lalu untuk kursi DPRD Provinsi di dapil Sula-Taliabu tidak terisi. “Itu artinya bahwa, Ningsih yang selalu berbicara selaku kader partai, hanya asal bicara, berbanding terbalik dengan di lapangan, yang mengakibatkan tidak ada kursi di dapil tersebut,” sebutnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!