Pemerintah dan Muhammadiyah Diprediksi Idul Fitri ‘Bareng’ Meski Awal Ramadhan Berbeda

Sebelumnya, PP Muhammadiyah sudah menetapkan 1 Syawal atau Idulfitri tahun ini jatuh pada Rabu, 10 April 2024. Keputusan ini ditetapkan lewat Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah 1445 Hijriah pada 12 Januari 2024.

PP Muhammadiyah menyatakan bahwa pada Selasa, 9 April 2024, di Yogyakarta hilal sudah kelihatan dan di wilayah Indonesia pada saat Matahari terbenam Bulan berada di atas ufuk.

Kepala Subdirektorat Hisab Rukyat dan Pembinaan Syariah, Kementerian Agama, Ismail Fahmi, membenarkan bahwa ada kemungkinan Lebaran 2024 antara pemerintah serta sebagian besar ormas Islam lain, akan berbarengan dengan Muhammadiyah. Ismail menyambut baik hal ini, dan menegaskan bahwa pemerintah tidak dalam peran untuk memaksakan kehendak.

Peran pemerintah, kata dia, mewadahi dan memberikan layanan untuk seluruh ormas Islam dapat bermusyawarah dalam menentukan awal bulan Ramadhan, Syawal dan Zulhijjah. Melalui sidang isbat, sebetulnya bukan menegaskan beda antara pemerintah dengan ormas Islam, akan tetapi cara mencari hasil keputusan yang legitimate dan dilakukan bersama.

BACA JUGA  Longsor Tutup Akses Jalan Lingkar Kota Ternate, DPRD Nilai Pemkot Lambat Loading

“Kaidah ushul fiqh yang sebetulnya semua ormas tahu. Yakni keputusan Hakim (Pemerintah) itu adalah penetapan dan menghilangkan perbedaan,” kata Ismail kepada reporter Tirto.

Maka di situ pula pentingnya sidang Isbat yang saban tahun dilakukan pemerintah. Justru diharapkan hadir untuk mencegah kebingungan dan saling klaim ormas Islam yang punya ketetapan metode dan kriteria masing-masing.

Meski demikian, Ismail berharap ormas-ormas Islam saling menghargai dan menghormati kriteria yang digunakan masing-masing. “Jangan sampai ada pernyataan bahwa kriteria dan ketetapan salah satu ormas justru diklaim menjadi tunggal atau yang satu-satunya eksis,” tutur dia.

BACA JUGA  Terkait Rencana Penarikan Anggaran di Bank, Ini Penjelasan Muhammadiyah Malut

“Sebab, Menodai nilai-nilai moderasi, lupa kalau ada ormas lain yang berbeda pandangan,” sambungnya.

Di sisi lain, Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Hamim Ilyas, Muhammadiyah mendorong penggunaan kalender hijriah global tunggal (KHGT) ke depan, untuk menyamakan awal bulan. Dengan KHGT, kata dia, umat Islam di seluruh dunia bisa memulai puasa Ramadhan, puasa Arafah dan merayakan Idul Fitri dan Idul Adha di hari yang sama.

“Dengan penggunaan KHGT, berarti juga umat terentas dari keterbelakangan peradaban kalender. Kita berharap semoga KHGT dapat diterima dan tidak lagi ada kontroversi tentang perbedaan mulai puasa dan merayakan hari raya,” ucapnya. (Red)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah