Pemerintah dan Muhammadiyah Diprediksi Idul Fitri ‘Bareng’ Meski Awal Ramadhan Berbeda

Haliyora.id, Jakarta – Perbedaan penentuan awal Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha merupakan diskursus yang sudah berjalan puluhan tahun. Perbedaan ini turut mewarnai khazanah Islam di Indonesia dengan metode dan kriteria keilmuan yang masing-masing pihak sodorkan. 

Tak jarang ketegangan, beban psikologis atas dikotomi yang terjadi, menimbulkan riak-riak kecil.

Perbedaan ini umumnya terjadi antara ormas Muhammadiyah dan pemerintah bersama sebagian besar ormas Islam lain. Seperti Ramadhan 2024, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengawali bulan suci umat Islam ini sehari lebih awal dibanding kalender pemerintah yang beredar.

BACA JUGA  Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 18 Februari 2026, Kemenag Morotai Masih Tunggu Sidang Isbat

Pada 12 Januari 2024, PP Muhammadiyah sudah mengumumkan awal Ramadhan jatuh pada Senin, 11 Maret 2024.

Sementara itu, pemerintah baru meresmikan awal Ramadhan 1445 Hijriah jatuh pada Selasa, 12 Maret 2024 melalui sidang Isbat yang dipimpin Kementerian Agama. Penetapan ini berbeda dengan ketetapan Muhammadiyah, sehingga ada sebagian umat Islam di Indonesia yang melaksanakan ibadah puasa lebih awal.

BACA JUGA  Kades Disebut Angkat Anak jadi Bendahara Desa, Inspektorat Sula Didesak Audit DD Leko Kadai

Pemerintah menetapkan awal bulan dengan menunggu hasil rukyat atau pengamatan hilal. Hasil rukyat menjadi acuan bagi pemerintah melaksanakan sidang penentuan Ramadhan. Hilal sendiri merupakan sabit sangat tipis selaksa benang cahaya dengan bagian bulan yang terang kurang dari 1 persen. Tidak mudah mengamatinya, karena kecerahan langit dapat mempengaruhi hasil pengamatan.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah