Erwin juga menegaskan akan menelusuri informasi yang beredar di kalangan nelayan bahwa kenaikan itu atas perintah dirinya.
“Ada bukti pembayaran dengan harga Rp 14.300 perliter. Yah biasa lah mereka pasti bilang saya yang suruh, mana mungkin mereka bilang mereka yang suruh,” kesalnya.
Dia menambahkan, remote untuk menyetel harga BBM di pompa nosel telah dipesan, namun hingga saat ini barangnya belum ada.
“Remote itu hilang entah kemana, tapi sudah pesan remotnya di kantor Pertamina pusat, tapi remotenya belum ada,” tutup Erwin.
Sebelumnya, nelayan di Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai mengeluhkan harga pertamax yang dijula SPBUN Bere Bere di atas HET yang ditetapkan pemerintah. Masalah ini kemudian sampai ke telinga anggota DPRD. Komisi II DPRD Pulau Morotai bahkan meminta instansi terkait serta pihak kepolisian agar mengusut masalah itu. (RF/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!