Sebut Ada Masalah Teknis SPBUN Bere Bere Bantah Naikan Harga Pertamax

- Editor

Selasa, 26 Maret 2024 - 22:11 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SPBUN Tuna di Bere Bere, Kabupaten Pulau Morotai. (foto/atir)

SPBUN Tuna di Bere Bere, Kabupaten Pulau Morotai. (foto/atir)

Daruba, Maluku Utara- Pengelola SPBUN Tuna Morotai (Bere Bere), Erwin Sutanto membantah pihaknya sengaja menaikan harga jual pertamax hingga Rp 14.300 perliter dari harga yang ditetapkan pemerintah sebesr Rp 13.500.

Menurut Erwin, harga jual yang tertera di meteran pompa nosel adalah kesalahan teknis, dimana harga di papan nozel tidak bisa dirubah karena remot untuk merubah angka-angka tersebut hilang. Pada akhirnya, harga jual pertamax yang tertera di mesin nosel masih tertulis harga lama Rp 14.300 perliter sebelum turun.

BACA JUGA  Pembangunan LPT Menyalahi Tata Ruang Ibukota Provinsi Maluku Utara

“Yang Rp 14.300 perliter itu tidak bisa dirubah karena kalau rubah harus pakai remot, nah remot itu hilang, coba tanya di pak Amal saya terima tanpa ada remote untuk rubah itu,” jelas Erwin saat memberikan klatifikasinya kepada wartawan, Senin (26/3/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski remotenya rusak dan harga jual di papan nosel tersebut tidak berubah namun pihaknya tetap menjual pertamax perliter seperti ketentuan pemerintah yaitu Rp 13.500 perliter.

BACA JUGA  Halaman Depan Kantor Bupati Morotai Mirip Kebun 

“Kalau diluar itu bukan perintah saya, berarti anak buah yang main, karena uang yang saya terima itu Rp 13.500 perliter,” katanya.

Berita Terkait

Kasus Suap Eks Gubernur Malut, KPK Geledah Kantor Kementerian ESDM
Kemensos Kesal Pj Bupati Halteng Lamban Tangani Banjir
Soal Kelanjutan Proyek LPT, Ini Pernyataan Plt Kadis Dikbud Maluku Utara
Piet Berpeluang Amankan Rekomendasi Golkar ke Pilkada Halut
Kesal ke Pengelola PGM, Plt Kadisperindag Ternate Sebut Begini
Jumlah Pengungsi Banjir Halmahera Tengah Capai 1.726 Orang 
KPK Deadline Pemda Pulau Morotai 
PKB Terbitkan B1-KWK untuk 4 Cakada di Malut, Sisanya Termasuk Cagub Menyusul
Berita ini 99 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juli 2024 - 23:44 WIT

Kasus Suap Eks Gubernur Malut, KPK Geledah Kantor Kementerian ESDM

Rabu, 24 Juli 2024 - 23:20 WIT

Kemensos Kesal Pj Bupati Halteng Lamban Tangani Banjir

Rabu, 24 Juli 2024 - 23:07 WIT

Soal Kelanjutan Proyek LPT, Ini Pernyataan Plt Kadis Dikbud Maluku Utara

Rabu, 24 Juli 2024 - 23:00 WIT

Piet Berpeluang Amankan Rekomendasi Golkar ke Pilkada Halut

Rabu, 24 Juli 2024 - 21:53 WIT

Kesal ke Pengelola PGM, Plt Kadisperindag Ternate Sebut Begini

Rabu, 24 Juli 2024 - 21:25 WIT

KPK Deadline Pemda Pulau Morotai 

Rabu, 24 Juli 2024 - 21:18 WIT

PKB Terbitkan B1-KWK untuk 4 Cakada di Malut, Sisanya Termasuk Cagub Menyusul

Rabu, 24 Juli 2024 - 18:34 WIT

Miris ! Pekerjaan Instalasi Listrik PGM Ternate ‘Bautang’, Vendor Ancam Blokir Aliran Listrik 

Berita Terbaru

Tim Kemensos saat menyalurkan bantuan ke korban banjir di Halmahera Tengah, Rabu  (24/7/2024).

Headline

Kemensos Kesal Pj Bupati Halteng Lamban Tangani Banjir

Rabu, 24 Jul 2024 - 23:20 WIT

Piet Hein Babua dan Kasman Hi. Ahmad

Headline

Piet Berpeluang Amankan Rekomendasi Golkar ke Pilkada Halut

Rabu, 24 Jul 2024 - 23:00 WIT

error: Konten diproteksi !!