Sebut Ada Masalah Teknis SPBUN Bere Bere Bantah Naikan Harga Pertamax

Daruba, Maluku Utara- Pengelola SPBUN Tuna Morotai (Bere Bere), Erwin Sutanto membantah pihaknya sengaja menaikan harga jual pertamax hingga Rp 14.300 perliter dari harga yang ditetapkan pemerintah sebesr Rp 13.500.

Menurut Erwin, harga jual yang tertera di meteran pompa nosel adalah kesalahan teknis, dimana harga di papan nozel tidak bisa dirubah karena remot untuk merubah angka-angka tersebut hilang. Pada akhirnya, harga jual pertamax yang tertera di mesin nosel masih tertulis harga lama Rp 14.300 perliter sebelum turun.

BACA JUGA  Orang Halsel Konsumsi Beras 24 Ribu Ton Per Tahun

“Yang Rp 14.300 perliter itu tidak bisa dirubah karena kalau rubah harus pakai remot, nah remot itu hilang, coba tanya di pak Amal saya terima tanpa ada remote untuk rubah itu,” jelas Erwin saat memberikan klatifikasinya kepada wartawan, Senin (26/3/2024).

Meski remotenya rusak dan harga jual di papan nosel tersebut tidak berubah namun pihaknya tetap menjual pertamax perliter seperti ketentuan pemerintah yaitu Rp 13.500 perliter.

BACA JUGA  Buka Penjaringan Cakada, DPD PSI Halsel Tolak Bakal Calon Tersandung Kasus Hukum

“Kalau diluar itu bukan perintah saya, berarti anak buah yang main, karena uang yang saya terima itu Rp 13.500 perliter,” katanya.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah