Anehnya lagi, lanjut Indi, selang beberapa jam kemudian apa yang menimpanya juga dialami oleh Anggi, bidang Pustu di desa setempat.
“Tak lama kemudian sekitar pukul 04.02 Wit, pelaku mendatangi rumah ibu bidan yang tinggal di rumah Pustu yang tidak jauh dari rumah saya,” sebutnya.
Sementara Anggi, bidang Pustu Desa Pilowo yang dimintai keterangan oleh wartawan membenarkan kejadian itu.
“Pelaku masuk melalui jendela Pustu yang ditempati saya. Jadi saya mendengar suara jendela yang dibuka oleh pelaku. Begitu saya mendengar saya langsung melihat di sela jendela itu lampu di depan rumah itu sudah mati. Hanya saja lampu jalan masih menyala. Tidak lama kemudian saya merasa sepertinya ada orang yang masuk di dalam rumah. Sebab, saya dengar si pelaku itu menabrak galon air yang ada di depan pintu kamar. Saya berfirasat bahwa ini pasti ada orang, sehingga saya pun langsung grendel pintu kamar,” ungkap Anggi.
Tidak lama kemudian, kata Anggi, si pelaku mendorong pintu kamarnya. Beruntung pintu kamar tersebut terkunci sehingga pelaku tak bisa menerobos ke dalam kamarnya.
“Karena saya semakin takut, saya pun langsung berteriak meminta tolong. Tapi si pelaku masih berusaha dorong pintunya karena belum ada yang datang. Begitu saya terus berteriak minta tolong, tetangga saya yaitu ibu Mardiyah mendengar dan dia langsung ke tempat tinggal saya. Disitu baru pelaku kabur,” kisahnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!