Uang ada tapi kita lagi fokus membayar utang pekerjaan tahun sebelumnya sehingga agak sedikit terlambat
Samsuddin A. Kadir (Sekretaris Daerah Prov. Malut)
Sofifi, Maluku Utara – Sejumlah Kontraktor mengeluhkan sulitnya mengurus pencairan uang muka proyek di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Maluku Utara
Dari pengakuan sejumlah kontraktor yang ditemui wartawan, Senin (16/10/2023), pihak BPKAD beralasan belum dicairkannya uang muka pekerjaan karena Pemprov saat ini tengah fokus membayar utang sehingga semua permintaan pihak rekanan belum di proses.
“Untuk itu para kontraktor diminta bersabar jika sudah ada dana masuk, langsung dicairkan uang muka proyek yang sudah dikerjakan oleh para kontraktor, ” Demikian disampaikan beberapa kontraktor kepada Haliyora.id di halaman kantor gubernur di Sofifi sembari meminta identitasnya tak dipublikasikan.
Para kontraktor mengaku bingung dan tidak habis pikir, bagaimana mungkin proyek yang telah ditenderkan dan telah dikerjakan belum memiliki anggaran. “Ini sesuatu yang aneh dan tidak masuk akal, dan hanya terjadi di Pemprov Malut,” tambah salah seorang kontraktor.
Selain itu, para kontraktor mengungkapkan, saat pencairan anggaran diduga terjadi diskriminasi. Dimana ada proyek yang nol progres sudah dicairkan uang mukanya 30 persen. Sementara proyek yang sudah dikerjakan dan progresnya di atas 50 persen sulit dicairkan uang mukanya karena alasan bermacam-macam.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya









