Distan Malut Gelar Rakor Pencanangan dan Percepatan Gerakan Tanam

Menurut Samsuddin, rantai pasok komoditas Tanaman pangan dan hortikultura khususnya Beras, Bawang Merah, cabe dan Tomat dari petani produsen sampai ketangan konsumen yang terjadi selama ini cukup panjang. Dari petani sampai ke tangan konsumen dapat melewati 4 sampai 5 mata rantai, hal ini menyebabkan terjadinya disparitas harga yang tinggi antara harga ditingkat petani dengan harga eceran yang dibayar oleh konsumen.

BACA JUGA  Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara Gelar Halal Bihalal

“Rantai pasok ini dapat diperpendek sehingga harga ditingkat petani dengan harga yang dibayar oleh konsumen tidak terlalu besar perbedaannya,”katanya.

Sementara Kadis Pertanian, Muhtar Husen menyatakan, rakor yang diselenggarakan hari ini diharapkan dapat membangun kesepakatan penting dan riil sehingga dapat mendorong tingkat akuntabilitas kinerja instansi, baik teknis maupun administrasi (manajemen). Beberapa kesepakatan penting antara lain a) sasaran luas tanam, panen dan produktivitas serta skenario produksi 2023. Menurutnya, hasil kesepakatan ini akan diinformasikan secara berjenjang kepada pimpinan tertinggi Kementerian Pertanian dan Gubernur, Bupati Walikota.

BACA JUGA  Pemprov Malut Apresiasi Pandangan Senator Graal Soal Pengembangan Pangan Lokal

“Kesepakatan ini akan kami bahas sebagai masukan bagi penajaman strategi dan kebijakan yang ada,”pungkasnya. (RS/Red)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah